Hari rabu, berarti Amira sekolah pake baju olah raga, dan akhirnya sudah rapi, wangi, kenyang. Tinggal masalah sepatu, si genit itu insist pake sepatu dangdut yang mana masih menjadi sepatu favoritnya.
“Mira kan nanti olah raga, masak pake sepatu cantik?”
”Pokoknya aku mau pake yang ini!, sepatu pink!”
“Lho ya nggak cocok dong, nggak pantes, nanti kakinya bisa sakit kalo olah raga pake sepatu itu”
“Huaaaa..!!, Aku mau yang inii..!! (menghentak bumi)”
” Ya udah terserah” We gave up.
“Sini deh papa punya cerita” then she approaches.
“Dulu papa pernah olah raga pake sepatu kantor, karena papa gak bawa sepatu olah raga, sehingga…bla, bla, bla, …. Terus jadi terkilir kaki papa, sakit sekali, selain terkilir lecet-lecet juga, … bla, bla, bla,… sepatunya juga jadi rusak…”, It was about 2 minutes mambo jumbo.
“Papa…, bukain dong sepatunya, aku mau pake sepatu yang buat olah raga aja”.
It was so effective. Cerita karangan itu bener-bener mengena di hatinya, berarti dia mendengarkan dan berpikir. Pesan moralnya adalah:
- Katakanlah yang baik walaupun itu bohong.
- Cerita itu nggak harus nyata, yang penting seru.
Setuju?