Anak itu…, ampun deh. Pulang-pulang dari pasar malem deket rumah tau-tau teriak-teriak,
“Mama aku mau sendal coklat yang di pasal malem”
“Hmm, sendal coklat? kayak gimana? besok aja Mama beliin di Mall”
“Tapi aku mau yg coklat kayak yg di situu..”,
“Iya besok..,”,
“Mamaaaa…,”
“besok yaa…”
“HuaaaaAAA….!!!”
..dan malam itu diakhiri dengan jeritan, tangisan, teriakan, dan rontaan. Enough is enough!, she end it up with track of regrets in her face.
Esoknya kami tepati janji kami (orang tua tidak boleh berbohong) cari-cari sendal anak2 di ITC BSD. Cari sana cari sini ternyata banyak sekaliyang jualan sendal, tapi ya gitu.., pilihan anak genit itu selalu yang norak-norak, dari plastik berwarna genjreng, pokoknya dangdut abis. Dibujuk-bujuk cari yang agak keren tetap bergeming “aku mau yang ini” fiuuh.., ya udah duapuluh ribu doang kok, bongkoooooos!!, eh, enggak ding langsung dia pake selama jalan-jalan di Mall.
Sampe rumah itu sendal gak mau dicopot, bener-bener dicopot cuma waktu tidur, bangun tidur yang pertama dia inget adalah sepatu baru!, langsung dipake lagi. Praktis dia copot hanya pas tidur dan mandi #:-S. Maen sama temen-temennya sesama balita, ternyata banyak yang mengagumi sendal norak itu
, dielus-elus sama temen-temennya, diliat-liat, seakan-akan Gucci ato merek mahal apaan gitu. wakakakak…
So, Mira, maafkan papa yang gak bisa ngerti trend fashion balita.., ihik.
wah si papa sudah harus mulai belajar tahu banyak tentang si balita tend dan fashion biar tidak digolongkan oleh mereka dalam kelompok jadul … jangan di komputer mulu dan musik genjreng2 doank yang di liatin ….
[...] raga, dan akhirnya sudah rapi, wangi, kenyang. Tinggal masalah sepatu, si genit itu insist pake sepatu dangdut yang mana masih menjadi sepatu [...]